BAB
1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Setiap orang di dunia ini
pasti memiliki perbedaan.Masing-masing memiliki potensi dan bakat yang
berlainan dan mungkin bersifat unik.Terdapat beberapa orang yang dengan baik
mampu mengenali dan mengembangkan potensi atau bakat yang dimilikinya. Namun
tidak sedikit juga orang yang bahkan belum menyadari akan potensi dan bakat
yang dimilikinya.
Sama hal nya dengan bakat
dan potensi, faktor “X” melekat pada diri manusia.Masing-masing manusia
memiliki faktor “X” yang berbeda dalam faktor ukuran.Terkadang ada manusia atau
orang yang memiliki faktor “X” yang kecil, terkadang ada pula manusia atau
orang yang memiliki faktor “X” yang cukup besar.Besar kecilnya ukuran faktor
“X” ini ditentukan oleh seberapa jauh seseorang menggali dan mengembangkan
faktor “X” tersebut.
Dalam
wirausaha, faktor “X” yang melekat pada diri manusia ini memiliki pengaruh
terhadap suatu usaha. Namun, tanpa penggalian dan pencarian akan faktor “X” itu
sendiri, semua sia-sia. Faktor “X” dapat dikatakan berpengaruh pada usaha
apabila seseorang yang memilikinya telah menemukan kunci atau pintunya.
B. Tujuan
Pembuatan Makalah
Berdasarkan
latar belakang diatas , maka tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk
memenuhi dan melengkapi tugas Kewirausahaan tentang Faktor X
2. Untuk
memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai materi kewirausahaan tentang
Faktor X
C. Pembatasan
Masalah
a. Potensi
menemukan pintunya
b. Memancing
keberuntungan
c. Bakat
menemukan pintunya
d. “x”
kecik dan “X” besar
e. Identifikasi
Faktor “X”
f. Tidak
dapat dirampas
D. Metode
Penyusunan
Untuk
mempermudah dan membantu kelancaran penulisan yang dilaksanakan , maka penulis
menggunakan metode penyusunan yaitu :
a. Penulis
mencari sumber lainnya melalui situs
situs internet.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Potensi
untuk menemukan “pintu”-nya atau faktor (X)
Bagaimana
kita menjelaskan seorang gadis desa, anak seorang petani selepas sekolah
bekerja sebagai pelayan restoran disebuah hotel dibali dapat menjadi seorang
wirausahawan yang terhormat diluar negeri? bagi kebanyakan orang hal itu
dianggap sebuah keniscayaan. Namun kalau itu dijalani dengan tekun, maka
akhirnya menusia menemukan juga “pintu keluarnya” atau sering disebut faktor
“X” yang seakan – akan datang begitu
saja dari langit.
Malcom
Gladwell (2008) yang meneliti tentang kesuksesan manusia menemukan karya –
karya besar yang dilakukan manusia ternyata tidak ditentukan oleh tingginya
skor IO yang dimiliki manusia, latar keluarga, tanggal lahir, darah biru atau
bukan, melainkan dedikasi suci dalam mencari pintu keluar dari berbagai labirin
kesulitan.Dia menyebut dedikasi itu sebagai suatu kecerdasan praktis.
Didunia
ini ada orang yang bodoh dan ada orang yang pintar.Namun, sesungguhnya ada juga
orang yang makin pintar dan makin bodoh ( Rhenald Kasali).
John
C. Maxwel dalam bukunya yang berjudul talent is never enough (2007) mengatakan
bahwa talenta atau bakat hanyalah sebuah kesempatan, tetapi untuk menjadi
“sesuatu”, bakat itu harus diasah agar ia mengeluarkan aura cahayanya dan
meneumukan pintunya/faktor (X).
B. Memancing Keberuntungan
- Hoki atau keberuntungan tak akan datang tiba-tiba. Seperti yang banyak dipelajari dari praktek-praktek penerapan ilmu keberuntungan China (fengshui), keberuntungan harus dipancing agar ia mau datang. Misalnya kasus Dewi Fransesca
- Demikianlah dalam kehidupan spiritual kita, Allah yang maha pengasih pun mendengarkan doa manusia yang tulus, yang terus mengetuk-ngetuk pintunya dan menunjukkan keseriusan dalam berusaha.
- Dan keberuntungan hanya datang pada orang-orang yang siap, yang sejak awal cocok menerimanya. Itulah yang disebut ”pintu” oleh Maxwell atau kecerdasan praktis oleh Gladwell, atau dedikasi suci.
C.
Bakat
”menemukan” pintunya
Setiap
orang pasti memiliki bakat, diantaranya ada bakat memimpin orang, membuat lagu
indah, menulis puisi, memijat, meyembuhkan orang, berpidato, memasak, melucu,
menyanyi, memberi semangat, berolahraga, dan sebagainya.
Semua
orang belum tentu mengenali bakatnya masing – masing, walaupun tampak banyak
orang yang tidak menyadari atau mengakui bakatnya. Bakat – bakat itu ada yang
tersempul keluar seperti buah yang menggantung dipohon. Namun, sebagian bakat
tersimpan jauh dilubuk hati sepeti bongkahan emas yang terkubur diperut bumi,
kecuali manusia menggalinya, maka ia akan ditemukan.
Demikian
pulalah dengan faktor (X) itu.Ia melekat pada diri anda masing – masing dan
baru menjadi faktor “X” kalau ia berhasil menemukan pintunya. Celakanya,
didunia ini ada ribuan atau bahkan jutaan pintu yang pasangannya berbeda. Maka,
temukan dan ketuklah pintu – pintu itu.
Sikap
anda terhadap “pintu” itu akan tercermin pada apa yang anda dapatkan. Sikap itu
adalah sebuah pilihan, pilihannya bermacam – macam yaitu :
1. Ada yang mendiamkan saja
Dia
adalah orang yang percaya diri dengan “bakat” –nya dan membiarkan “pintu”
menemukan dirinya. Kalau dia beruntung, bisa saja dia berhasil. Namun,
faktanya, sedikit sekali orang yang berhasil menggunakan cara ini.
2. Mengirim sinyal positif
Orang
kedua ini sepertinya diam dan menunggu pintu mendatanginya, tetapi sesungguhnya
ia tidak diam. Dia mengirimkan signal agar “pintu” itu bergerak dan
menghampirinya. Dengan kata lain, di mengetuk “pitu” itu dengan bahasa
tubuhnya. Apakah itu penampilannya yang menarik, suaranya yang khas, dan
sebagainya.
3. Mencari pintu, mengetuk pintu
Orang
ketiga ini adalah orang yang kurang beruntung. Mereka sadar bahwa “pintu” itu tidak akan terbuka, kecuali
mereka mendatangi dan mengetuknya, maka mereka mendatangi sebuah pintu. Pintu
itu mungkin Cuma dibuka separuh oleh pemilik atau penghuninya. Ia tidak
welcome.Anda harus pergi mencari pintu lainnya, terus mencari dan
mengetuk.Namun, begitu berada didlam pintu itu, lagi – lagi sikap mereka
berbeda – beda :
· Ada yang sudah merasa nyaman dengan berada
diruag tunggu yang membukakan pintu itu. Dia tidak mengerti bahwa dia hanya
welcome diruang itu saja.Ruang itu terlalu kecil, tatapi ia sudah merasa betah.
· Ada yang segera menyadari bahwa ruang itu
sekedar ruang tunggu saja.Kalau pintu utama tidak dibukakan, dia segera keluar
mencari pintu lainnya yang lebih welcome dan didalamnya tersimpan pintu – pintu
lain yang boleh dia ketuk dan masuk kedalamnya.
Demikianlah,
hidup adalah sebuah pilihan.Ada demikian banyak pilihan yang
tersedia.Masalahnya, apakah kita mau mendatangi pilihan – pilihan itu,
mengetuknya, dan mengambil pilihan yang terbaik.
Dalam
berwirausaha, seorang pemuda dapat diibatkan sebagai seorang yang sedang
mencari pintu.Sukses yag dicapainya adalah sebuah keberhasilan menemukan pintu
yang sesuai dengan minat dan masa depannya.Dia melawan rasa nyaman sampai benar
– benar mendapatkan jawaban yang setimpal.
D.
“X”
kecil dan “X” besar
Dengan
demikian faktor (X) tidak lain adalah sesuatu yang harus kita cari dan
miliki.Ia akan menemani siapa saja yang ingin berubah, menjadi lebih baik.Orang
yang tidak ingin berubah juga memiliki faktor “X” tetapi itu hanyalah “X” kecil
yang berarti sebuah kenyamanan.Dia sudah nyaman dengan kondisi sekarang dan
tentu saja hidupnya tidak akan mengalami kemajuan.
Untuk
mengalami kemajuan, seseorang harus berani berselancar pada gelombang
ketidaknyamanan.Entrepreneur adalah orang yang merasa hidupnya kurang nyaman,
terancam, miskin kurang bermakna.Maka dari itu, dia berjuang mengejar
kenyamanan baru.Dia bergerak, berjalan, berpikir, mengetuk pintu, mengambil
resiko, mencari produk, membuat, membangun usaha, mendatangi pelanggan, dan
seterusnya.Kalau dia diam atau menikmati warisan orang tua, ia sudah bisa hidup
nyaman.Namun, ia ingin masa depannya lebih baik.Daripada hidup susah nanti,
lebih baik sulit sekarang.Dia tidak memilih hidup nyaman dengan “X” kecil
warisan, melainkan membentuk “X” besar.
E. Identifikasikan Faktor “X”
“X”
besar ada ditangan orang dewasa, yaitu orang – orang yang sudah memiliki
kepercayaan pasar.Sedangkan “X” kecil ada pada diri kita masing – masing.Bentuk
“X” pun macam – macam.Ia didapat berasal dari diri anda sendiri, orang lain,
lembaga lain, dan sebagainya.
“X”
yang berasal dari diri anda sendiri itu adalah bakat (talenta), kerja keras,
kejujuran, kecerdasan, keterampilan, penampilan fisik anda, kualitas suara, dan
pendidikan.Orang – orang yamg memiliki potensi dari dalam dirinya tidak boleh
mengeluh karena semua potensi itu adalah modal yang jauh lebih bernilai dari
sekadar modal uang, dengan ketekunan, “X” kecil itu dapat ditumbuhkan menjadi
“X” besar.
Namun,
“X” kecil itu bisa saja tak menjadi besar kalau ia tidak menemukan
pintunya.Sebaliknya, orang – orang yang tak memiliki potensi berasal dirinya
dapat menunggang “kuda” yang berasal dari orang lain atau lembaga lain.
Syarat
untuk menjadi kuda adalah “kepercayaan” dan “penerimaan” pasar.mereka adalah
orang – orang terpecaya yang sudah memiliki “X” dari pengalaman, keahlian, dan
kepercayaan yang mereka bangun
F.
Tidak
dapat dirampas
Karena
melekat pada diri anda sendiri, maka ia harus dipelihara.Banyak orang berusaha
merampas “X” itu dengan merampas “kuda – kuda tunggangan”yang dimiliki
seseorang.Padahal “X” itu merupakan kombinasi dari berbagai hal yang melekat
pada seseorang.
Pada
dasarnya, sebuah usaha bukanlah semata – mata bisa membuat atau menghasilkan
sesuatu lebih baik.Sebuah usaha baru berhasil bila anda berhasil mendatangkan
pelanggan.Jadi, faktor “X” itu bukan berada ditangan orang lain, melainkan pada
usaha anda sendiri.
G. Karakteristik faktor “X”, yaitu:
1. Merupakan penentu keberhasilan,
2. Merekat pada diri manusia,
3. Tidak diperoleh dalam waktu sekejap,
4. Namun, ia dapat tumbuh dan berkembang
menjadi “X” besar,
5. Dapat berasal dari diri sendiri, tetapi
juga dapat berasal dari luar diri,
6. Sekali tumbuh, ia dapat dipakai untuk
usaha lainnya.
H.
Bagaimana menemukan dan menggali Faktor X?
Cara menemukan dan menggali faktor
“X” yang dimiliki, ada bermacam-macam.Namun menurut kelompok kami, yang
terpenting dalam menemukan dan menggali faktor “X” itu sendiri adalah rasa
tidak cepat puas.Rasa tidak cepat puas disertai dengan keingintahuan yang besar
membuat kita berusaha untuk mencari yang lebih lagi. Dengan demikian, kita
dapat menemukan faktor “X” yang kita miliki. Orang dengan keingintahuan yang
besar dan sikap yang tidak cepat puas ini akan mendorong dirinya untuk
menemukan hal-hal baru dan bahkan memecahkan tantangan baru dan semakin
mengembangkan faktor “X” yang dimiliki. Terdapat beberapa tips untuk menemukan
dan menggali faktor X tersebut, yaitu :
- Kenalilah diri Anda sendiri dan mulailah menimbulkan “X”pada diri Anda.
- Carilah pintu yang mampu membuat “X” Anda tumbuh.Datangi dan ketuklah masing-masing pintu itu.
- Pintu yang bagus adalah pintu yang di dalamnya terdapatruang besar bagi Anda untuk berkembang dan di dalamnyaterdapat pintu-pintu lain yang dapat Anda buka.
- Waspadailah hidup yang nyaman, karena hidup yangdemikian dapat membuat hidupmu sulit. Berselancarlah padagelombang-gelombang ketidaknyamanan dengan beranimenembus hal-hal baru yang sulit karena Anda akanmendapatkan pembejaran-pembelajaran baru.
- Pintu yang tepat adalah pintu yang membuat Anda merasamampu untuk tumbuh dan memberi ruang untuk berkembang.
I.
Macam- Macan
Faktor X
a.
Introvert adalah orang yang berorientasi ke
‘dalam’ diri mereka sendiri (inward thinking). Mereka tertarik pada dunia ide,
pemikiran, dan konsep sehingga orang-orang introvert sangat menyukai
suasana tenang untuk menyendiri untuk berpikir ataupun beraktivitas.
Sumber energi mental mereka berasal dari proses ‘menyendiri’ ini sehingga
bagi orang yang tidak mengerti, orang introvert terkadang disalah artikan
sebagai pribadi yang anti sosial dan tertutup. Ketika orang introvert
bersosialisasi dengan banyak orang, maka ‘stock’ energi mental mereka perlahan-lahan
akan berkurang dan ketika itu terjadi, maka mereka akan ‘mengisi ulang’ dirinya
dengan menyendiri. Banyak pemikir, seniman atau orang—orang hebat yang
merupakan orang introvert. Nama-nama seperti Albert Einstein, Abraham Lincoln,
Steven Spielberg, sampai businessman sekelas Bill Gates adalah contoh notable
orang-orang introvert yang sukses dalam pekerjaan mereka.
Introvert
Perspective
Feeling Introvert (Fi)
Fi adalah singkatan dari Feeling
introvert. Jika huruf berdiri sendiri merupakan identitas sebagai
Mesin-Kecerdasan. Menurut konsep STIFIn ragam Mesin-Kecerdasan hanya ada lima,
dan F adalah salah satu diantara 5 Mesin-Kecerdasan tersebut. Identitas
Mesin-Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika Mesin-Kecerdasan
digandengkan dengan jenid kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya
ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian Fi sudah
menjadi identitas kepribadian. F ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya
sebagai Mesin-Kecerdasan lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil
yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.
Ciri
Kepribadian Feeling Introvert (Fi)
Kepribadian jenis ini adalah
kepribadian libido. Hasrat dan nafsunya selalu bergelora. Meskipun
libidonya tinggi, namun di sebalik itu mereka ingin dimanja dan diperhatikan.
Kepribadiannya halus dan lembut namun begitu diusik meraka akan menyengat
seperti lebah. Kemampuan organisatorisnya hebat seperti seorang pemimpin
yang berkharisma. Namun kebiasaaan buruknya adalah begitu sensitif dan
mudah tersinggung yang membawa kepada dendam. Mereka seorang pemberi dan
penolong, namun di balik pemberiannya mereka menaruh sikap curiga dan berhitung
nilai balas budi orang lain. Mereka jenis komunikator yang hebat dan pandai
menyampaikan rencananya mempengaruhi orang lain.
Bahkan tergolong memiliki banyak
rencana, lucunya mereka seringkali lupa dengan rencana-rencananya karena saking
banyaknya. Atau lebih disebabkan karena ingatan jangka panjangnya lemah,
ditambah komitmen terhadap rencananya longgar. ‘Hangat-hangat tahi ayam’.
Kehebatannya adalah kemampuannya berempati sehingga mereka seolah-olah bisa
masuk lebih dalam pada diri orang lain. Sehingga mereka sangat mahir dalam
menakar orang, melihat niat baik-buruknya orang lain.
Kemampuan menakar orang ini
seringkali terganggu oleh sifatnya yang mencerna semua informasi yang masuk
tanpa olah fikiran terlebih dahulu dan mudah percaya orang. Akibatnya sering
rugi besar di saat-saat kritis yang sepatutnya beruntung jika mereka hati-hati.
Mereka dadanya lebar sebagai pertanda jenis pengayom yang hebat walaupun
mereka paling tidak senang digurui. Obsesi mereka tinggi dan akan bisa
dicapainya jika mereka tidak malas beraksi. Malas beraksi inilah justru yang
menjadi kendalanya dalam banyak hal. Sehingga orang menyebut mereka lamban.
b.
Ekstrovert adalah orang-orang yang kepribadiannya
sangat bertolak belakang dengan orang introvert karena mereka adalah
orang-orang yang berorientasi ke ‘luar’ diri mereka (outward thinking).Ciri
dari orang ekstrovert adalah outgoing, pandai bersosialisasi, dan senang
mengobrol. Jika orang introvert mengisi energinya dengan menyendiri, maka
orang ekstrovert justru mendapatkan energi mentalnya dengan bersosialisasi dan
bertemu orang banyak. Ketika mereka sendiri, mereka akan merasa tidak tenang
karena itu akan ‘menghabiskan’ energi mereka. contoh orang ekstrovert yang
terkenal adalah Soekarno, Guy Kawasaki, dan Larry King
Extrovert Perspective
c.
AMBIVERT
Ambievert merupakan kepribadian
gabungan antara introvert dan ekstrovert. Kelebihan dari tipe ini, mereka
nyaman berada di tengah keramaian dan berbagai aktivitas sosial, tetapi juga
rileks dengan kesendirian. Kekurangan dari kepribadian ambievert adalah mereka
cenderung moody, karena sifat yang berubah-ubah.
J. Hubungan
Introvert dan Ekstrovert
v Pada
dasarnya, orang introvert juga suka bersosialisasi, namun mereka sudah merasa
nyaman jika memiliki 1 atau 2 orang teman dekat karena bagi mereka yang
terpenting bukanlah kuantitas teman yang mereka miliki tetapi lebih
kepada kualitas atau ‘kedalaman’ hubungan yang mereka bangun. Beda halnya
dengan orang ekstrovert, mereka sangat senang bertemu dengan orang-orang baru
dan membuat teman sebanyak mungkin karena justru hal inilah yang membuat mereka
nyaman.
v Dalam dunia
kerja, orang introvert lebih cenderung bekerja secara sendiri atau dalam
kelompok kecil yang tenang karena bagi mereka cara kerja seperti itu terasa
kondusif. Adapun orang ekstrovert, mereka senang bekerja di posisi dimana
mereka bisa berinteraksi dengan banyak orang. Tempatkan mereka di lingkungan
sepi dan mereka akan merasa pekerjaan itu sangat tidak menyenangkan.
v Lalu yang
manakah yang lebih bagus, menjadi orang introvert atau ekstorvert ? sebenarnya
pertanyaan ini sendiri tidak patut ditanyakan karena esensinya akan sama
apabila kita mempertanyakan yang manakah lebih bagus antara pria atau
wanita. Keduanya berbeda tapi saling melengkapi. Sayangnya di dunia dimana
publisitas dan narsisme di agung-agungkan seringkali orang ekstrovert cenderung
mendapat apresiasi lebih dibandingkan orang introvert karena orang introvert
biasanya lebih unggul dalam bersosialiasi sehingga mudah kelihatan ‘menonjol’
di mata orang lain
v Pada
dasarnya tidak ada orang yang 100% ekstrovert ataupun 100% introvert. Kita
semua merupakan campuran dari unsur ini, hanya saja ada satu unsur yang
mendominasi kepribadian kita yang memang sudah terbentuk dari
‘sananya’. Pada sisi lain, ada juga orang yang bertipe Ambivert,
yaitu orang yang memiliki kepribadian introvert dan ekstrovert yang seimbang
atau 50-50, namun jumlah orang seperti ini sangat sedikit.
v Pada
akhirnya kita tidak perlu mempermasalahkan apakah kita introvert atau
ekstrovert, tapi yang lebih penting adalah bagaimana mengembangkan potensi
berdasarkan pengetahuan akan jenis kepribadian kita, karena setiap kepribadian
tentu memiliki kelebihan dan juga kekurangan.contoh sederhananya, Orang
introvert harus belajar lebih membuka diri terhadap pergaulan baru dan
dunia sosial. Sedangkan orang ekstrovert harus belajar menikmati waktu-waktu
sendiri mereka.
K.
PERBEDAAN
INTOVERT dan EXTROVERT
·
Ekstrovert dan Introvert adalah dua
tipe karakter manusia. Jika ekstrovert terkesan lebih supel maka introvert
terkesan lebih menutup diri. Selama ini kita sering terjebak dogma bahwa
ekstrovert lebih baik dari pada introvert. Padahal kedua karakter ini memiliki
kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apa itu?
·
Beberapa bulan lalu saya menemukan sebuah teori yang
menyebutkan bahwa ekstrovert dan introvert lebih merupakan sumber energi bagi
manusia. Pribadi ekstrovert senang berada di tengah keramaian. Energinya
terkumpul ketika berbicara dan berinteraksi dengan banyak orang. Ketika sedang
berada di keramaian seorang ekstrovert seolah-olah juga sedang mengisi
tenaganya (charging). Oleh karena itu jika seorang ekstrovert sedang stress
maka dia akan cenderung memilih untuk berinteraksi dengan banyak temannya,
entah itu pergi ke mall, nonton, atau sekedar jalan-jalan. Seorang ekstrovert
tidak nyaman dengan suasana sepi. Suasana sepi bagi seorang ekstrovert malah
akan membuatnya makin tertekan.
·
Introvert sebaliknya, bagi mereka keramaian membuat
tenaga mereka cepat hilang. Oleh karena itu biasanya mereka hanya sekali-kali
berinteraksi, kemudian diam. Ketika sedang stress, introvert lebih senang
menyendiri atau hanya mau berbagi kepada satu atau dua orang yang mereka
percaya. Bagi introvert suasana sepi adalah suasana yang nyaman dimana mereka
bisa mengisi energi mereka. Selain itu, biasanya para introvert hanya berbicara
seperlunya dan hanya berbicara mengenai apa yang memang ingin mereka bicarakan.
Pada kadar yang tinggi orang introvert jika ditanya akan diam terlebih dahulu
memikirkan apa yang akan mereka ucapkan, setelah itu baru mereka berbicara.
·
Sekedar informasi tambahan Menurut Carl Gustav Jung,
orang-orang introvert adalah mereka yang terampil dalam melakukan perjalanan ke
dunia dalam, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri
mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkontemplasi. Pada
akhirnya mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak
mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam
hidupnya.
L. Hubungan Ekstrovert,
Introvert, and Relationship
Dalam hal hubungan pria dan wanita,
seorang ekstrovert memiliki keuntungan tersendiri. Berkenalan dengan lawan
jenis (approach) atau meminta no HP bukan perkara yang sulit bagi mereka. Namun
dalam hal dating biasanya mereka memiliki kesulitan. Tipe ekstrovert biasanya
lebih sulit untuk membina suatu hubungan personal yang lebih dalam dengan
seseorang.
Introvert cenderung lebih sulit
melakukan approach, tetapi dalam hal dating mereka lebih unggul karena mereka
biasanya bisa membuat suatu hubungan personal yang lebih dalam. Di sinilah
keunggulan seorang introvert. Ketika berinteraksi dengan seorang introvert arah
pembicaraan akan lebih dalam, berbeda dengan ekstrovert yang lebih general.
Mengapa demikian?
Seorang introvert seringkali
disibukkan dengan dirinya sendiri dan kurang peka terhadap lingkungannya. Pada
akhirnya lingkungannya juga tidak dapat menerima seorang introvert dengan baik.
Mereka tahu apa yg mereka mau namun sulit untuk mengkomunikasikannya kepada
orang lain. Hal ini membuat orang introvert seringkali dicap sebagai orang
aneh. Untuk mengerti pemikiran seorang introvert maka anda harus meluangkan
waktu lebih banyak untuk berkomunikasi dengannya. Inilah mengapa ketika kita
berbicara dengan seorang introvert maka kita akan diajak menuju pembicaraan
yang lebih dalam.
Di lain pihak mereka yg ekstrovert
terampil dalam melakukan perjalanan ke dunia luar. Mereka dengan leluasa dapat
berinteraksi dengan banyak orang. Membuat orang lain terkagum-kagum dan
menyukainya. Namun semua itu dilakukan dengan mengorbankan dirinya sendiri.
Mereka sering terpaksa mengorbankan kepribadiannya sendiri agar dapat diterima
oleh orang banyak. Pembicaraan seorang ekstovert juga biasanya general, artinya
bersifat umum.
Dalam hal relationship, seorang (I)
akan cenderung lebih cocok dengan orang (E). Sebaliknya, orang (E) akan lebih
cocok dengan orang (I). Sekali lagi ini hanya kecendrungan. Tidak selamanya
seperti itu. Disamping itu masih banyak faktor-faktor lain.
M. Bisakah introvert berubah menjadi ekstrovert
atau sebaliknya?
Jawabannya adalah bisa karena
karakter tidak bersifat permanen namun dinamis, artinya dapat berubah
sewaktu-waktu. Karakter kita dibentuk bukan oleh kita sendiri tapi oleh
beberapa faktor seperti lingkungan, mood, teman, situasi sosial dll. Ketika sedang
berada di keramaian seperti aktivitas organisasi atau reuni SMA kita sebaiknya
menjadi seorang ekstrovert dengan segala kepintaran berinteraksinya. Ketika
kita ingin mempunyai hubungan yang lebih dalam dengan seseorang maka jadilah
introvert, hal ini dapat membuat orang menjadi lebih dekat dengan anda.
Namun untuk melakukannya tidak dapat
sekaligus membutuhkan proses dan harus perlan-lahan. Dengan menyadari hal di
atas adalah merupakan modal yang baik. Jika merasa sebagai seorang introvert
cobalah untuk melakukan interaksi dengan banyak orang. Jika merasa sebagai
ekstrovert maka cobalah untuk berinteraksi lebih dalam, one-on-one atau
eye-to-eye dengan orang lain. Coba tahan nafsu anda untuk berbicara dan lebih
banyak menjadi seorang pendengar. Pada awalnya hal ini akan terasa berat,
tetapi lama kelamaan kita akan terbiasa untuk menyesuaikan karakter kita dengan
lingkungan yang dibutuhkan. Sekali lagi ini bukan merupakan hal yang mudah.
Saya sendiri masih belajar dan pada beberapa waktu khusus sering mengalami
kesulitan melakukannya.
Kadar introvert dan ekstrovert
masing-masing orang juga berbeda-beda. Ada yang tinggi ada yang rendah.
Misalnya A dan B bisa saja sama-sama seorang introvert. Namun si A memiliki
kadar introvert 55% sedangkan si B 70%. Semakin tinggi persentasenya maka sifat
khas dari masing-masing tipe kepribadian itu akan semakin muncul dominan. Kadar
tersebut bisa berubah seiring waktu.
N. Apa
Penyebab Seseorang Menjadi Introvert dan Ekstrovert?
Menurut penelitian yang dirilis pada
jurnal Frontiers in Human Neuroscience, menemukan bahwa cara pemrosesan
informasi di otak yang berbeda pada kepribadian introvert dan ekstrovert. Hasil
penelitian tersebut diperkuat oleh Michael Cohen, seorang peneliti dari
University of Amsterdam yang menyebutkan adanya keterkaitan antara fungsi
dopamin dan respon terhadap hal baru. Dopamin merupakan zat kimia di otak
yang mengatur respon terhadap suatu rangsangan.
Para peneliti melakukan pengujian
terhadap kelompok ekstrovert dan introvert dengan permainan judi. Saat
memenangkan permainan, mereka memindai aktivitas otak melalui proses scan otak.
Dari proses tersebut, kelompok ekstrovert menunjukkan respon lebih kuat di area
otak amigdala dan nucleus accumbens dibandingkan dengan kelompok
introvert. Amigdala berfungsi untuk memproses rangsangan emosional, sedangkan
nucleus accumbens berhubungan dengan produksi hormone dopamin.
Tips praktis MENEMUKAN FAKTOR X
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
1.
Faktor x diartikan sebagai faktor penunjang
kesuksesan,tapi secara harafiah faktor x itu jarang dimiliki setiap orang (atau
seseorang belum menemukan faktor x dalam dirinya). Setiap orang pasti memiliki
faktor x dalam dirinya,namun seseorang hanya belum menemukan faktor x
itu,sehingga belum menyadari kalau dirinya memiliki talenta hebat yang siap
ditampilkan di dunia wirausaha.
2.
Dalam Faktor X ada juga istilah Potensi
untuk menemukan “pintu”-nya atau faktor (X), Bakat ”menemukan” pintunya, “X”
kecil dan “X” besar, Identifikasikan Faktor “X”, Tidak dapat dirampas dan memancing
keberuntungan.
3.
Selain ke enam istilah diatas faktor x juga mempunyai
karekterisitik dan macam-macam faktor x yang meliputi introvert , ekstrovert
dan ambivert.
Daftar
pustaka
http://stifinjogja.blogspot.com/2012/07/mesin-kecerdasan-feeling-introvert-fi.html SENIN – 03 NOVEMBER 2014 16.06
http://emilarya.wordpress.com/2013/01/23/definisi-introvert-yang-sebenarnya/
SENIN 06 OKTOBER 2014 06.12 (Emil Arya)
http://givigarsivagorilla.blogspot.com/2014/01/faktor-x-dalam-kewirausahaan.html
MINGGU 21 SEPTEMBER 2014 14.40 (givi garsiva)
http://psikologid.com/introvert-ekstrovert-dan-ambievert/
SENIN 06 OKTOBER 2014 06.21
http://masnuntheangel.blogspot.com/2013/06/faktor-x.html MINGGU 21 SEPTEMBER 2014 14.04 (Masnun theAngel)
http://infotipskoe.blogspot.com/2014/03/perbedaan-antara-introvert-dan-extrovert.html SENIN 06 OKTOBER 06.30
http://thelimiter.wordpress.com/2013/03/21/tugas-4/
SELASA 04 NOVEMBER 2014 14.39
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar